PHP

Pemrograman PHP Part 4 : Memahami Kondisi IF ELSE PHP

Pada artikel sebelumnya kita sudah belajar tentang Fungsi dan Contoh Manipulasi String. Kali ini Irvan akan mengulas secara tuntas mengenai Kondisi IF ELSE.

Sebelumnya ada yang tau maksud dari logika kondisi/percabangan? Oke, agar mudah dipahami saya akan kasih contoh, analoginya seperti ini.

Jika setelah saya lulus dari SMA, saya ingin kuliah di salah satu universitas A untuk mengambil jurusan Sistem Informatika. Tapi jika tidak diterima di universitas tersebut, saya sudah punya rencana untuk kuliah di universitas B.

Secara ringkas saya sudah punya dua rencana. Benar?

Rencana pertama kuliah di universitas A (Jika diterima)
Rencana kedua kuliah di universitas B (Jika tidak diterima di universitas A)

Baik, saya rasa teman – teman sudah dapat gambarannya. Konsep pengambilan keputusan ini lah yang dikenal sebagai struktur kondisi percabangan.

Untuk pemrograman PHP sendiri terdapat empat perintah yaitu, if, if-else, if-elseif dan switch. Berikut ini adalah beberapa contoh dari kondisi if-else


Mengenal Kondisi IF-ELSE Pada PHP

Perintah if-else ini digunakan untuk suatu pernyataan berdasarkan kondisi tertentu, untuk melakukan aksi. Dibawah ini adalah format penulisan kondisi if-else pada php.

<?php
if(kondisi){
    //jika kondisi true/benar
}else{
    //jika kondisi false/salah
}
?>

Dibawah ini adalah contoh penulisan kondisi if-else.

<?php 
$universitas_a = "Lulus";
if($universitas_a == "Lulus"){
	echo "Selamat Irvan. Anda telah diterima di Universitas A";
}else{
	echo "Maaf Irvan. Anda tidak diterima di Universitas A";
}
?>

Hasilnya…

Coba lihat contoh diatas, pada kode tersebut kita mempunya variabel yang bernama universitas_a isi dari variabel universitas_a adalah “Lulus” kemudian kondisi if-else kita memeriksa variabel tersebut.

Ringkasnya seperti ini, jika variabel universitas menyatakan Lulus, maka akan hasilnya akan menampilkan “Selamat Irvan Anda telah diterima di universitas A”

Oke kita coba pada variabel universitas_a “lulus” diganti dengan “Belum Lulus”

<?php 
$universitas_a = "Lulus";
if($universitas_a == "Belum Lulus"){
	echo "Selamat Irvan. Anda telah diterima di Universitas A";
}else{
	echo "Maaf Irvan. Anda tidak diterima di Universitas A";
}
?>

Nah teman – teman bisa lihat hasilnya.

Pada perintah diatas kondisi melakukan pengecekan pada sebuah variabel. Jika nilainya sama maka akan di tampilkan “Selamat Irvan. Anda telah diterima di Universitas A” namun jika beda akan menampilkan “Maaf Irvan. Anda tidak diterima di Universitas A” seperti gambar diatas.


Mengenal Kondisi If-Elseif-Else Pada PHP

Elseif ini digunakan untuk memeriksa kondisi, jika kondisi tidak dipenuhi. Contohnya dibawah ini.

<?php 
$universitas_a = "Lulus";
if($universitas_a == "Belum Lulus"){
	echo "Maaf Irvan. Anda tidak diterima di Universitas A";
}elseif($universitas_a == "Lulus"){
	echo "Selamat Irvan. Anda tidak diterima di Universitas A";
}else{
	echo "Daftar ke Universitas B";
}
?>

Hasilnya..

Pada variabel universitas_a adalah “Lulus” jika sama akan menampilkan “Selamat Irvan Anda diterima di Universitas A”
Namun jika variabel universitas_a sama dengan “Belum Lulus” akan menampilkan “Maaf Irvan. Anda tidak diterima di Universitas A”

Jika kedua variabel tersebut tidak ada, maka akan menampilkan “Daftar ke Universitas B”
Jadi disini fungsi dari kondisi elseif digunakan, jika Sobat membutuhkan pengecekan ke dua atau seterusnya apabila kondisi pertama tidak terpenuhi.


Demikian penjelasan mengenai Kondisi IF ELSE Pada Pemrograman PHP. Apabila ada yang salah atau kurang silahkan diskusikan di form komentar.

Terimakasih semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Written by Irvan Nurfazri
No one can bring you true happiness except Allah. Founder Hobigame.id Instagram : ig.com/irvan_gen Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *